Showing posts with label Muhasabah. Show all posts
Showing posts with label Muhasabah. Show all posts

Wednesday, October 24, 2012

Berkomuniti sampai Syurga

Allah swt yang Maha Penyayang itu  telah mentaqdirkan saya agar berkomuniti dengan mereka. Mereka hidup, menjalani fitrah sebagaimana manusia yang lainnya. Berkehendakkan makanan, pasangan, tempat tinggal dan katakanlah apa jua senarai keperluan hidup seorang manusia, mereka juga berkehendakkannya.  Kerna mereka adalah manusia, seperti saya, seperti kalian juga. Indahnya makhluk bernama manusia, penciptaannya penuh keindahan dan warna warni yang ceria dan indah. Ada saatnya mendung kelabu, tetapi juga cerah ceria seperti indah dhuha selalunya.

Namun, yang membezakan setiap manusia itu adalah paradigma kehidupan yang mereka pilih untuk memandang. Kaca mata jenis apakah yang kita ambil untuk melihat kehidupan yang Allah pinjamkan kepada kita. Andai melihat dengan kaca mata iman dengan matlamat terbesar kehidupan adalah redha Allah, maka pandangan yang terbentang, tindakan yang diambil juga akan menyelusuri jalan itu. Andai kaca mata yang diguna berjenama mahal Ray Ban untuk meraih kagum manusia, maka kagum manusia yang hanya berdetik dua saat itu juga yang akan kita miliki. Itu sahaja. Maka pilihlah paradigma hidup yang benar atau anda akan berbangga selama dua saat sekejap sekejap kemudian rasa kekosongan di jutaan saat minit jam seterusnya dalam hidup anda. Pilihan ditangan anda.

Dunia ni cantik, tapi dengarnya syurga lagi cantik. Cantiknya tak pernah terbayang dek akal, tak pernah terdengar dek telinga. Boleh bayangkan tak tempat tinggal kekal abadi kita tu nanti kalau kita-baik-dan-Allah-redha-dengan-kita, oh!




 Saya melihat mereka, pada bentangan kemewahan dan kekacakan dunia yang mengerlip-ngerlip yang hampir butakan mata hati saya, sedikit pun tidak merubah hati mereka. Dunia diambil sekadar apa adanya. Mereka kelihatannya sangat biasa biasa, yang menarik-narik hati saya cumalah wajah redup dan jiwa perihatin mereka terhadap manusia disekeliling mereka. Datangkan kemewahan dan juga jiwa-jiwa yang perlu dibangunkan, nyata, mereka akan memilih jiwa-jiwa kosong itu untuk diindahkan, dielokkan dan disiapkan sebelum berlepas menuju ke Jannah, :-'(


Faham tak perasaan apabila ada orang yang sentiasa yakin dengan kita walaupun kita pun tak berapa yakin dengan diri kita sendiri dan mereka itu langsung tiada ikatan darah dari sebelah atuk belah mak kita atau nenek belah ayah kita atau atas atas lagi memang takde kaitan. Yang ada cumalah Ikatan Muslimin Malaysia, eh? :))

Lambaian seorang pejuang, bapa. Semoga kelak bisa berkumpul dengannya. Andai tidak didunia, moga di Jannah :)



Hakikatnya kita sama. Yang membezakan kita adalah taqwa. Dan kata 'Umar al-Faruq, "taqwa itu disini," sambil menepuk-nepuk dadanya. Taqwa tidak terzahir dengan paras rupa, tetapi ia adalah rahsia yang Allah sembunyikan dari pengetahuan pancaindera fizikal manusia. Yang tersisa cuma biasan-biasan keindahan akhlak dan peribadi yang terpancar hasil dari acuan jiwa yang bertaqwa. Itu pun masih rahsia. Tiada yang dapat menentukan ketepatannya kerna ikhlas itu hanya terhubung diantara Allah swt dan hambaNya itu sahaja. Tiada yang dapat memintas mencuri-curi dengar rahsia keikhlasan itu. Siapakah kita untuk mengadili manusia.

Yang perlu pada kita adalah meneruskan langkah menuju Jannnah al-A'la. Itu destinasi kita. 


Tuesday, July 24, 2012

Ramadhan dan Rindu

Ramadhan kali ini, saya dilapangkan untuk turut sama menghidupkan terawikh di masjid, alhamdulillah. Nikmat yang besar namun pernah dipandang enteng sebelumnya. Setelah tamat belajar dan mula melayari alam pekerjaan, baru saya sedar betapa nikmatnya menyatukan ion-ion dalam badan dengan jemaah lain dan saling bersinergi untuk mencipta tenaga positif ketika solat apabila peluang itu hanya tinggal kenangan. Nikmat dan peluang ini tak selalunya tersedia, terutama apabila dipanggil untuk bertugas pada malam-malam Ramadhan. Buat kalian yang tak berkesempatan, tabahlah dan tekadkanlah dalam hati agar dikurniakan peluang kelak.



Bertemu kembali dengan Ramadhan kali ini, saya akui hati sangat tergamit syahdu. Belum pun meraikan kemenangan setelah sebulan berjuang didalamnya, pertemuan dengannya sudah cukup menggugat emosi saya yang kebelakangan ini kerap tergoncang. Saya redha dengannya. Saya dan emosi memang tak boleh dipisahkan :D Tetapi kali ini saya beremosi sambil membina jiwa. Saya sedar emosi kali terusik kerana kerinduan saya pada ketenangan hidup yang ditiup oleh Allah swt kepada hamba-hamba yang dicintaiNya. Dan saya berharap saya adalah sebahagian daripada mereka yang dicintaiNya itu (walau hakikatnya saya masih jauh untuk menggapai tahap semulia itu :( )

TAPI

walaupun rasa inferior masih kuat dalam jiwa, saya tetap tak akan berputus asa dari rahmat-Nya. Saya sedar saya masih jauh dalam perjalanan mencari cinta-Nya, tapi saya tetap yakin Dia akann tetap menanti sehingga saya tiba. Oh Allah!

Saya akan tetap berjalan, tanpa henti menuju redha-Nya.

Nak ikut?



Wednesday, December 28, 2011

The Cycle of begin and end

Salam and Good Day people :)

Alhamdulillah, we are leaving 2011 (or should I say 2011 is leaving us?) and approaching 2012 with all those hopes and  memories. As for me, those years that I had leave behind are those with 'ibrah and messages, to prepare me for the days ahead. There were tears and laughters all the way along through out those days that I can't erase from my memory. The mixture of  emotions, dreams and reality are well blended that it leaves me with something that I can hold steadfast to. There are times that I laugh out loud with my girls and there are also times that I really need shoulders to cry on. And I did. It's just soo colourful, just like my board now. And ey, I never regret it. Though there are pains that aren't really healing and the journey ahead is not like the primerose  pathway, I'm glad for what I have now and what I used to have. I'm good with my own life, regardless of what other might think about me. I am optimistic about life, yeah, but still looking forward for the days after life.

 Handsome Shayan in his blue stripe shirt, posing with Mr Tissue? ^_^

I got this kind of thought once I step out from the car this morning. Apart from looking forward to have a good results from my long-way-to-go experiments, I would want to make my surrounding (labs, colleagues, friends, housemates, teachers, family, adik2 usrah, acquaintances and etc (and oh even the mice *-*) ) happier. Well, happier in a sense that I can at least be someone that they are happy to see, someone that they would miss when I'm gone, and someone that would make them to remind the death and day after life even just by seeing me in a glance (ok, I'm exaggerating :)) but, seriously I am. (Ok, ini azam tahun barukah? Well, this is not the planned one). I've given all these kind of stuff quite sometimes to think of, and I came to such resolution. Well, I may InsyaAllah finish up my masters degree after few years, get marry and settle down, have kids in Allah's will but one more certain and most absolute thing above all is that I'm going to die anyway. Everybody will. No one will escape. But its just a matter of time that involve the questions like when and where and how. Seriously, no one have the answers to all of the questions above, neither am I. Ok, hopefully I didn't sound like I've given up with my life. Believe me, I'm optimistic to face the days ahead. Giving this kind of thing such a thought is just to get me to hold on to the reality while I'm setting the dream I have high up in the sky.   

Hee, anyway, I've put some colours on my desk and board, with the smiling stars and moons, just to give some mood. Hopefully it will help soon, in case of I feel so exhausted ( and I think I will)


I Like )



That's it for now. No matter who you are, would you please please make du'a for me, cause i kindda need it. Hope to see you in Jannah soon.

Love,

Khairunnisa Razali.


Tuesday, March 22, 2011

Janji




Detik masa yang berlari mengingatkan,

saat itu pasti akan tiba.

Saatnya bila diri diijabkabulkan,

dalam persalinan serba putih menyilaukan.

janji yang dulu dikhabarkan,

kini kan terlaksana.





Saat itu wahai diriku,

bersediakah kamu,

menghulur jiwa memenuhi janji..

adakah air mata yang bakal mengiringi,

ataukah

simpulan senyum penuh debar menanti saat pertemuan dengan'nya'?








Minda berimaginasi lagi,

seperti apakah diriku saat itu?

Apakah bakal sendirian,

atau mungkinkah bakal ramai yang meraikan..

Harinya,

transisi besar dalam hidupku bermula..

Harinya,

hanya diriku menjadi tumpuan.

Kaku anggun menanti diri dilayani,

Dirai bagai puteri kayangan,

Segalanya siap tersedia,

Diriku dirapi, diwangikan..

dalam persalinan serba putih suci

Bakal berseri keceriaankah?

atau bermuram durja tidak merelakan..




Gusar hati mengenangkan,

ayah bonda yang kucinta sepenuh jiwa,

bakal kutinggalkan.

Hari ini,

amanah kalian telah usai,

perihal diriku beralih jagaan.

Kembali dalam dakapan yang selayaknya,

kerana dengan-Nya diriku pernah berjanji setia..




bila tika masanya

dengan kematian,

aku dinikahkan




LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...